Asuhan Keperawatan Pada An.D Dengan Terapi Bermain Puzzle Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Tindakan Transfusi Darah Pada Anak Usia Prasekolah Di Ruangan Thalasemia Center RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
Keywords:
Thalasemia, Puzzle, KecemasanAbstract
Thalasemia diakibatkan oleh kelainan genetik pada sel darah merah, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan sehingga penderita akan selalu memerlukan transfusi darah seumur hidup. Komplikasi yang paling umum adalah anemia, yang ditandai dengan gejala seperti mudah lelah, kulit pucat, dan pusing. Selain itu, thalasemia juga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, deformitas tulang, pembesaran limpa, dan bahkan gagal jantung pada kasus yang parah. Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan keperawatan pada An. D dengan terapi bermain puzzle untuk menurunkan tingkat kecemasan pada tindakan transfusi darah pada anak usia prasekolah di ruangan Thalasemia Center RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian dilakukan pada tanggal 7-8 Maret 2023. Sampel pada penelitian ini adalah An. D yang mengalami kecemasan dalam tindakan transfusi darah. Penelitian ini dilakukan di ruangan Thalasemia Center RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian ini berbentuk studi kasus, dimulai dari pengkajian, penegakan diagnosa, membuat intervensi, implementasi, mengevaluasi tindakan keperawatan yang telah dilakukan dan menganalisa terapi inovasi yaitu terapi bermain puzzle. Pada saat pengkajian anak takut disuntik, cemas, tegang dan menangis saat perawat datang dan takut ditinggal ibunya. Diagnosa keperawatan yang didapatkan adalah ansietas berhubungan dengan krisis situasional pemasangan infus dan tranfusi darah. Intervensi yang diberikan adalah terapi bermain puzzle selama 10-15 menit untuk mengurangi rasa kecemasan pada anak. Tindakan yang diberikan yaitu dengan terapi bermain puzzle. Hasil penelitian didapatkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada anak yaitu skor awal sebelum diterapi bermain yaitu dengan skor 5 (cemas sedang) dan pada hari kedua skor kecemasan turun menjadi skor 1 (cemas ringan). Diharapkan agar anak yang mengalami kecemasan dapat menerapkan terapi bermain puzzle untukmengurangi kecemasan.