Hubungan Disregulasi Emosi Dengan Perilaku Self-harm Pada Remaja
Keywords:
disregulasi emosi, self-harm, remaja, kesehatan mentalAbstract
Perilaku self-harm pada remaja masih menjadi masalah kesehatan mental yang berkaitan dengan ketidakmampuan mengelola emosi secara adaptif, sehingga individu cenderung melampiaskan tekanan psikologis melalui tindakan menyakiti diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara disregulasi emosi dengan perilaku self-harm pada siswa di SMP Negeri 1 Bangkinang Kota. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 800 siswa kelas VII dan VIII dengan sampel sebanyak 114 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Difficulties in Emotion Regulation Scale–Short Form (DERS-SF) untuk variabel disregulasi emosi dan Self-harm Inventory for Adolescents (SHIA) untuk mengukur perilaku self-harm. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 52,6% responden memiliki disregulasi emosi tinggi dan perilaku self-harm tinggi sebesar 54,4%. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara disregulasi emosi dengan perilaku self-harm (P-Value = 0,027) dengan nilai Prevalence Odds Ratio (POR) sebesar 2,503 (CI 95%: 1,175–5,334). Sekolah perlu memperkuat edukasi kesehatan mental dan program pengembangan regulasi emosi melalui layanan konseling, pendampingan psikologis, serta pelatihan keterampilan koping adaptif untuk mendukung kesejahteraan psikologis remaja dan meminimalkan risiko perilaku negatif.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Alfat Hidayat, Putri Eka Sudiarti, Wanda Lasepa (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.