Penerapan Intervensi Terapi Musik Klasik Pada Pasien Halusinasi Pendengaran
Keywords:
Halusinasi Pendengaran, Terapi Musik KlasikAbstract
Dampak yang ditimbulkan penderita skizofrenia bagi keluarga antara lain efek emosional (psikologis) yaitu rasa bersalah, dendam, marah, malu, kebingungan dan keputusasaan, pasien yang mengalami halusinasi adalah kehilangan kontrol dirinya. Dalam kondisi ini pasien dapat melakukan bunuh diri (suicide), membunuh orang lain (homicide), dan bahkan merusak lingkungan disekitarnya. Gangguan halusinasi dapat diatasi dengan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Terapi nonformakologis lebih aman digunakan karena tidak menimbulkan efek samping seperti obat-obatan. Salah satu terapi nonfarmakologi yang efektif adalah terapi musik klasik. Tujuan penerapan ini adalah untuk mengetahui terapi musik klasik terhadap perubahan tanda gejala pasien gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran di Ruangan Indragiri Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Karya tulis ilmiah ini menggunakan desain studi kasus. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu satu pasien dengan masalah utama halusinasi pendengaran dengan diberikan terapi musik klasik. Saat pengkajian pasien masih mendengar suara bisikan menyuruhnya berbicara dengannya setiap hari, gelisah, berbicara sendiri, senyum-senyum sendiri dan mondar-mandir. Sebelum dilakukan terapi musik klasik, observasi kontrol diri pasien didapatkan skor 13. Setelah diberikan strategi pelaksanaan SP 1-4 halusinasi pendengaran dan terapi musik klasik di dapatkan skor 35. Pasien mengatakan lebih tenang. Diharapkan perawat mampu melakukan terapi generalis dan musik klasik pada pasien dengan halusinasi pendengaran.