Hubungan Lama Masa Tahanan dengan Tingkat Stres pada Narapidana
Keywords:
Lama Masa Tahanan, Narapidana, Tingkat StresAbstract
Lama masa tahanan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis narapidana selama menjalani masa pidana. Semakin lama masa tahanan dijalani, semakin besar risiko narapidana mengalami stres akibat keterbatasan kebebasan, keterpisahan dengan keluarga, serta tuntutan adaptasi terhadap lingkungan lembaga pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama masa tahanan dengan tingkat stres pada narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang Kabupaten Kampar Tahun 2026. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16 – 26 April 2026 menggunakan pendekatan cross sectional dengan populasi sebanyak 1.500 dan jumlah sampel 383 narapidana yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data lama masa tahanan diperoleh dari administrasi lapas, sedangkan tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10). Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 220 responden (57,4%) memiliki lama masa tahanan >5 tahun, dan 186 responden (48,6%) mengalami stres berat. Uji Fisher’s Exact Test menghasilkan p-value 0,000 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lama masa tahanan dengan tingkat stres pada narapidana. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak lapas dalam meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa, pembinaan psikologis, pembinaan kerohanian, serta program keterampilan untuk membantu menurunkan tingkat stres narapidana, khususnya yang menjalani masa tahanan panjang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dita Saini, Alini Alini, Yusnira Yusnira (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.