Hubungan Beban Kerja Dengan Stres Kerja
Keywords:
Beban Kerja, Rumah Sakit, Stres Kerja, Tenaga KesehatanAbstract
Stres kerja merupakan permasalahan yang sering dialami tenaga kesehatan akibat tingginya tuntutan pekerjaan dan ketidakseimbangan antara beban kerja dengan kapasitas individu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan beban kerja dengan stres kerja pada tenaga kesehatan di RSIA Husada Bunda Salo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada 20–30 Mei 2026 dengan sampel 50 tenaga kesehatan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner beban kerja dan stres kerja yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Kuesioner beban kerja memiliki nilai koefisien korelasi item 0,131–0,755 dan Cronbach’s Alpha 0,794, sedangkan kuesioner stres kerja memiliki validitas konstruk yang baik dan Cronbach’s Alpha 0,965. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 28 responden (56%) mengalami beban kerja berat dan 26 responden (52%) mengalami stres kerja. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dengan stres kerja dengan p = 0,011 (p ≤ 0,05) dan Odds Ratio = 4,524. Tenaga kesehatan dengan beban kerja berat berisiko 4,524 kali lebih besar mengalami stres kerja dibandingkan dengan tenaga kesehatan dengan beban kerja ringan. Disarankan pengelolaan beban kerja, dukungan antar tenaga kesehatan, dan strategi manajemen stres untuk menjaga kualitas pelayanan kesehatan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Arifah, Alini Alini, Erlinawati Erlinawati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.